Skenario terpilih: —, — pompa, area tangkapan — ha. Pit floor tergenang maksimal — cm selama — jam; status puncak —.
—: total hujan — mm, —. Skala intensitas (acuan BMKG): ringan < 20 mm/hari · lebat 50–100 · sangat lebat 100–150 · ekstrem > 150. Sebentar = ≤ 3 jam, lama = > 3 jam.
Hujan dari Simulator hujan: pola —, total — mm dalam — jam, mulai pukul 06:00; area tangkapan — ha.
Warna lingkaran = status tiap titik sensor paket inti pada waktu simulasi. Garis putus-putus bergerak = pompa sedang mengalirkan air.
Klik grafik untuk lompat ke waktu tersebut. Elevasi muka air di atas RL 54 berarti air meluap ke lantai pit.
E (evaporasi, rembesan) diabaikan pada simulasi badai.
Notifikasi yang dikirim platform sampai waktu simulasi, terbaru di atas.
| Waktu | Level | Titik | Pesan |
|---|
Hujan — — mm dalam — jam, — pompa dengan waktu startup — menit: lantai pit tergenang maksimal — cm.
Pola hujan menentukan seberapa cepat sump terisi; waktu startup pompa (pemanasan mesin, priming, buka katup) ±15–30 menit menentukan seberapa cepat air mulai dibuang. Keduanya digabung di sini, lalu dihitung dengan neraca air sump per menit.
Waktu relatif terhadap hujan mulai (0:00). Pita bawah = fase pompa: mati · sedang dinyalakan (startup) · aktif membuang air. Garis putus hijau = perintah paling lambat.
Genangan maksimum (cm) untuk hujan dan jumlah pompa terpilih. Klik sel untuk memilih.
Menit relatif terhadap hujan mulai, untuk pola, hujan, dan waktu startup terpilih. Kiri dari 0 = harus sebelum hujan.
Model ringkas untuk perbandingan pola hujan dan waktu start pompa (angka simulasi, bukan bacaan sensor). Pola hujan: segitiga dengan posisi puncak di akhir (0,8), tengah (0,5), atau awal (0,1); merata; atau dua gelombang. Setelah sensor hujan terpasang, pola diganti dengan pola hujan nyata di lokasi.
| Parameter | Nilai | Satuan | Sumber |
|---|
Jumlah pompa duty terkecil yang menjaga lantai pit kering, per jenis hujan dan luas area yang masih mengalir ke sump (peringatan dini sesuai kontrol di atas). “Lebih dari 8” = pompa saja tidak cukup.
Per luas area tangkapan, untuk jenis hujan terpilih. Klik titik untuk memilih skenario.
Berapa lama lantai pit tergenang (≥ 1 cm).
Untuk area tangkapan dan peringatan dini terpilih. Klik sel untuk memuat skenario.
Level kolam maksimum (%). Di atas 100% kolam meluap: lebih banyak pompa memindahkan masalah ke hilir.
NTU di titik penaatan AL-11. Garis = ambang Siaga.
Liter solar selama 48 jam simulasi.
Hasil model dibandingkan tabel studi “Fixed 4,000 m³ Sump — Pump & Flood Plan” (35 ha, pompa mulai 1 jam sebelum hujan).
| Hujan | Pompa | Genangan studi (cm) | Genangan model (cm) | Durasi studi (jam) | Durasi model (jam) |
|---|
m³; inflow & outflow per hari (paparan DUM, hal. 7). Kapasitas sump tidak bisa diubah: sump berada di titik terendah pit dan ikut berpindah seiring penambangan. Selisih terhadap kebutuhan tampungan ditutup dengan jumlah pompa, pengurangan area tangkapan (diversi), dan pompa start sebelum hujan.
Liter per bulan; garis = plan. Juli tidak ada pemakaian (pelebaran lowest point, cuaca anomali).
Pemicu ketinggian air bundwall (jarak muka air ke spillway). Diusulkan untuk disetujui bersama DUM.
Status TARP mengikuti tingkat tertinggi dari parameter yang terpenuhi (minimal satu).
| Parameter | Normal | Di atas normal | Tinggi | Ekstrim |
|---|
Data dari paparan DUM 9 Okt 2026.
| Parameter | Nilai | Satuan |
|---|
Status penerimaan data dari engineering DUM.
| Data / laporan | Format | Status | PIC |
|---|
Paket inti: — titik (— sensor fisik + — data layanan), cukup untuk TARP, neraca air, peringatan dini, outlet dan jalan angkut.
Data mengalir dari lapangan ke platform analitik, lalu ke pengguna di DUM.
Ambang B1 dari TARP DUM; ambang lain usulan Starcore untuk divalidasi.
| Kode | Zona | Alat | Parameter | Siaga | Kritis | Dasar ambang |
|---|